Affair

Ilmu sosial memaknai kata “affair” dengan hubungan, masalah, gelap, dan skandal. Skandal or dalam bahasa inggeris nya di tulis “schandal”, juga berarti polemik dan permasalahan yang sengaja ditutupi untuk memetik setangkai atau meminum seteguk kenikmatan.

Affair adalah ilusi yang menjebak pelakunya dan sengaja dibuat agar dapat terjerumus ke dalam persoalan yang kompleks dan sulit untuk diselesaikan serta diurai secara terbuka dan baik.

Keterlibatan pelaku affair ini seakan memberi sensasi khusus dan sedikit sentuhan berbeda dalam sebuah hubungan. Yang biasanya terjadi komunikasi satu jalur, dua arah, sekarang bertambah dengan satu persimpangan baru yang menimbulkan komunikasi zig-zag, bukan segi tiga, ataupun tiga arah dan dimensi.

Semakin diselami, diikuti, dibuat secara intensif, kontiniu dan berkesinambungan, maka affair terasa semakin renyah, khas, dan begitu nikmat, sekalipun hanya sesaat.

Hubungan gelap, tanpa penerangan ini, dikategorikan sebagai ikatan yang terjadi akibat adanya sesuatu kejadian yang terjadi diluar kebiasaan. Semakin bermasalah, maka itulah buah kenikmatan hubungan ini yang akan direguk. Bermain kembang api itu asyik. Bermain air, ber basah-basahan itu sungguh mengesankan.

Jika kejadian pada orang yang sudah menikah, maka affair, bisa saja terbentuk pada hubungan sah atau bahkan hubungan tidak sah. Apabilah dilakukan secara sah, “pernikahan”, maka terlahirlah kata “sirriy”, dalam bahasa arab diterjemahkan dengan “disembunyikan”, atau tidak diperdengarkan pada orang banyak, atau secara harfiyah di senyapkan tanpa dering, tapi tentunya tetap saja tanda getar nya hidup.

Selanjutnya, jika hubungan itu tidak sah, maka ini, zina namanya.

Apabila terjadi pada orang yang punya hubungan, atau katakanlah sebuah hubungan, yang katakanlah sepe-sial, yang disebut “berpacaran”, maka muncullah istilah “selingkuh”. Selingkuh ini, menjadi begitu indah, manakala hubungan yang sepe-sial dengan satu sosok, diselingi dengan satu sosok yang lain. Ibarat makan gorengan, yang enak itu bukan gorengan nya, tetapi kulit dan kerak-kerak nya, kering dan renyah.

Modus affair itu biasanya terjadi akibat curhat. Orang tanpa malu dan segan akan menceritakan seluruh rahasia hatinya dalam satu hubungan dengan lawan bicaranya secara terbuka, biasanya dari jenis yang berlawanan. Mulai dari hal-hal sepele seperti gatal-gatal, hingga gatal-gatal nya itu, minta di garuk-in. Mulai dari masuk angin, sampai butuh dikerok-in. Berawal dari sakit hati, hingga minta disenang-in. Dan mulai dari susah tidur, parahnya minta di…….-in. Dan -in-in, ini akan berkembang biak menjadi panu, semakin digaruk gatalnya semakin enak. Sumpah…

Nah teman, untuk membuat komunikasi yang baik tanpa terjebak pada perangkap affair, sebaiknya, jujur, dan jadikan kesempatan pertemanan itu, komunikasi itu menjadi peluang berkonsultasi. Pilih bahasa yang tepat, dan terkonsentrasi. Terbuka dalam segala persoalan, menceritakan secara blak-blakan, bukan lah aib atau memalukan.

Dan tentunya pilihlah media atau orang yang tepat. Don’t be shame!

 

*ini Budi

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: