Bacaan Wajib calon Khadim lil Ummah

Khidmatul Ummah memang suatu tradisi dan program yang terus diagendakan oleh Ponpes Sumatera Thawalib Parabek. Semenjak dirintis pada tahun 2004 (kalau tidak salah) pada angkatan Ust. Zaki Munawwar dan kawan-kawan, agenda ini bertahan terus setiap tahunnya hingga saat ini. Semenjak saat itu pun, diagendakan kegiatan-kegiatan penunjang bagi santri sebagai persiapan mereka menghadapi masyarakat secara langsung.

Salah satu agenda wajib dalam KU adalah ceramah di Masjid/Mushalla. Selama masa khidmah, seluruh santri diperkirakan mendapatkan paling tidak 2 kali jadwal ceraham. Sebagai konsekuensinya, kemampuan ceramah menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan sekolah.

Suatu hal yang harus Kamu ingat para khadim lil ummah nantinya adalah bahwa masing-masing Kamu membawa nama ‘PESANTREN.’ Ada banyak sekolah, SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan Pesantren. Maka, dalam hal berpidato atau berceramah, satu hal yang harus Kamu perhatikan adalah, apakah ceramah Kamu ceramahnya santri pesantren, ceramah siswa Madrasah Aliyah pada umumnya, atau justru hanya ceramah siswa SMA/SMK yang kebetulan bisa berpidato? Apakah ada perbedaan? Tentu saja ada. Maka dari itu, jangan sekali-kali berceramah seperti anak SMA/SMK yang kebetulan mampu berpidato.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mempersiapkan ceramah ala anak pesantren yang bisa membedakannya dengan ceramah-ceramah siswa SMA. Pertama, mengenai konsep, jangan sekali-kali berpatok kepada one-click-concept (konsep sekali klik) aliyas konsep ceramah dari internet atau konsep pidato yang beredar di buku-buku pidato populer. Apa yang diajarkan oleh guru-guru semenjak Kamu kelas 1 Tsanawiyah adalah kumpulan konsep pidato yang sangat banyak. Dalam setiap kumpulan konsep tersebut, terdapat hal-hal khas yang tidak didapatkan di mana pun kecuali di pesantren.

Kedua, konsep ceramah yang bagus dilandaskan pada satu dalil utama, baik dari ayat Alquran maupun dari hadis. Satu ayat ini lah yang kemudian dieksplorasi lebih jauh. Oleh sebab itu, sebaiknya Kamu menghindari konsep-konsep ceramah yang beredar di sejumlah buku ‘Konsep Pidato’ dan internet. Konsep pidato di buku-buku tersebut cenderung bersifat tematis. Beberapa judul yang populer misalnya Ciri-ciri orang yang bertaqwa, Ciri-ciri perbuatan Ikhlas, Perbuatan-perbuatan yang mengantarkan ke surga, dan sebagainya. Salah satu kekurangan konsep pidato jenis ini adalah tidak adanya kajian yang memadai untuk satu atau beberapa dalil yang disampaikan. Jika demikian, maka pidato Kamu tidak berbeda dengan pidato anak SMA tadi.

Ketiga, jika tidak dilandaskan kepada satu dalil utama, pilihan lainnya adalah berlandaskan pada kutipan dari tokoh-tokoh sentral dalam Islam. Kamu bisa mengambil nasihat Imam al-Ghazali, cara belajar Imam Syafi’i, Penjelasan Ibnu Katsir, dan sebagainya. Jenis ini mungkin sudah banyak dibakukan dalam buku-buku konsep pidato yang populer. Akan tetapi, konsep pidato jenis ini masih bisa menjadi ciri khas santri pesantren jika (dan hanya jika) Kamu menggali kutipan langsung berbahasa Arabnya dari buku aslinya, bukan melalui buku konsep pidato pasaran atau one-click-concept.

Keempat, selipkan beberapa analisis khas pesantren, seperti Nahwu, Sharf, Ushul Fiqh, dan Balaghah. Sebagai contoh:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ada beberapa unsur nahwiyah dan ushul fiqh yang bisa dijelaskan dari ayat singkat di atas. Pertama, penggunakan alif lam. Kamu bisa eksplorasi bagaimana implikasi alif lam dalam pemaknaan suatu kata secara nahwu atau ushul fiqh. Kedua, hurf jar li pada lillah. Kamu bisa perhatikan apa makna dari li? Hurf jar li berfaidah tamlik (kepemilikan). Jika demikian, manakah yang tepat, terjemahan “Segala puji BAGI Allah” atau “Segala puji MILIK Allah.”  Begitu juga dengan ayat-ayat berikutnya, Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Kamu bisa bahas Iyyaka adalah maf’ul bih, pada dasarnya maf’ul bih (objek) terletak di akhir. Tapi mengapa dalam ayat tersebut terletak di awal? Ada rahasia apa? Kamu bisa membahasnya dari segi Balaghah.

Jika keempat cara tersebut berhasil Kamu jalankan, maka konsep pidato kamu adalah konsep yang Joss! Konsep Kamu adalah konsep yang bagus, konsep yang khas pesantren, yang tidak dimiliki oleh siswa-siswa di sekolah lainnya. Karena kamu adalah santri pesantren, maka Kamu wajib mempersiapkan konsep dalam pola tersebut. Dengan pola itu, Kamu bisa menjelaskan banyak hal yang sama sekali tidak disentuh oleh penceramah-penceramah lain. Kamu bisa berbicara 30 menit hanya berbicara Bismillahirrahmanirrahim. Kamu juga bisa berbicara panjang lebar hanya menjelaskan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Untuk itu, kamu lebih baik merujuk langsung kepada kitab Tafsir atau Syarh Hadis, bukan kepada buku pidato atau internet.

Salah satu hal penting lainnya, dalam penyampaian pidato terdapat bermacam gaya. Ada yang bergaya tegas berapi-api tapi ada yang santai, ada yang penuh joke-joke jenaka, tapi ada yang serius namun menggelitik. Semua gaya itu boleh. Kamu bisa memainkan gaya apapun yang Kamu sukai. Satu hal yang pasti, just enjoy the show. Jangan nervous duluan. Anggaplah Kamu sedang berbincang-bincang dengan teman sebangku, sehingga kamu bisa berbicara lepas dan santai.

That’s it! Semoga bermanfaat, dan Good Luck.!!!

pernah dipost di halam wordpress Catatan Fadhli 

Fadhli Lukman

Fadhli Lukman adalah seorang pelajar Studi Qur’an dan Tafsir dan Ilmu Sosial Keagamaan. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek angkatan 2002-2008. Ia pernah kembali ke Parabek menjadi tenaga pengajar pada tahun 2012/2013.

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: