Dido’akan Malaikat

Manusia tidak pernah tahu dari lisan siapa sebuah do’a akan dikabulkan. Kesadaran itu membuat banyak orang berusaha untuk meminta do’a kepada siapa saja, baik orang tersebut adalah yang ia kenal maupun yang tidak ia kenal sama sekali.

Maka tidak dapat dibanyangkan betapa bahagia dan luar biasanya hidup seseorang jika do’a-do’a yang diharapkan dari orang lain tersebut dikabulkan oleh Allah Ta’la.

Mustajabnya sebuah do’a erat kaitannya dengan siapa yang berdo’a. Sehingga tidaklah keliru permohonan do’a sering dimintakan kepada ayah-ibu, orang-orang shalih, anak-anak yatim, para musafir, orang-orang fakir, dan lain sebagainya. Namun perlu diketahui, kans-kans “didoa’kan” tersebut tidak terbatas kepada manusia saja.

Ternyata ada peluang lain yang dapat diharapkan doanya oleh seseorang, yaitu kiriman do’a dari para Malaikat.
Doa’ dari Malaikat merupakan “hadiah” yang luar biasa. Tuturan do’a mereka sangatlah mustajab, sangat didengarkan dan cepat sekali dikabulkan. Sehingga beruntunglah hamba-hamba yang didoakan oleh Malaikat dengan kebaikan.

Itulah “Kado-kado” yang diperoleh akibat amalan-amalan baik yang telah dilakukan oleh manusia beriman. Amalan-amalan yang dimaksud antara lain:

1. Tidur dalam Keadaan Suci (Berwudhu’)

عن ابن عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَال طَهِّرُوا هذه الأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ فإنه ليس عَبْدٌ يَبِيتُ طَاهِرًا إِلا بَاتَ معه مَلَكٌ في شِعَارِهِ لا يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلا قال: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فإنه بَاتَ طَاهِرًا

Hadis dari Ibnu Umar, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersucilah kamu, sehingga Allah pun akan mensucikanmu. Karena sungguh tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci (berwudhu), kecuali Malaikat akan berada di atas kepalanya dan setiap ia bergerak saat tidurnya, Malaikat tersebut akan berdoa’: “Ya Allah, ampunilah hambaMu ini karena ia tidur dalam keadaan bersuci.” (Hadis Shahih riwayat Imam al-Thabrani).

2. Duduk Menunggu Waktu Shalat

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ فِى صَلاَةٍ مَا كَانَ فِى مُصَلاَّهُ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ وَتَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ

Hadis dari Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, dan selama itu ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya:”Ya Allah, ampunilah ia dan sayangilah ia’” (HR. Imam Muslim).

3. Berada di Shaf Terdepan dalam Shalat

عن النعمان بن بشير رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَإن الله وملائكته يصلون على الصف الأول أو الصفوف الأول

Hadis dari Nu’man bin Basyir, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan.” (Hadis Hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

4. Menyambung Shaf pada Shalat Berjamaah

عن عائشة رضي الله عنها، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إن الله وملائكته يصلون على الذين يصلون الصفوف

Hadis dari Aisyah, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung shaf.” (Hadis Hasan-Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

5. Serentaknya Ucapan ‘Amin’ ketika Imam Selesai Membaca al-Fatihah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَال إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Hadis dari Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seorang Imam membaca ‘”Aamiin”, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’,karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu” (HR. Imam al-Bukhari).

6. Tetap Duduk di Tempat Shalatnya setelah Melakukan Shalat

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ الَّذِى صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Hadis dari Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’ (HR. Imam al-Bukhari).

7. Pergi Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

عن علي رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا إِلاَّ ابْتَعَثَ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ أَىَّ سَاعَةٍ مِنَ النَّهَارِ كَانَتْ حَتَّى يُمْسِىَ وَأَىَّ سَاعَةٍ مِنَ اللَّيْلِ كَانَتْ حَتَّى يُصْبِحَ

Hadis dari Ali bin Abi Thalib, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh.” (Hadis Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

8. Makan Sahur

عن ابن عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَال إن الله وملائكته يصلون على المتسحرين

Hadis dari Ibnu Umar, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur.” (Hadis Hasan-Shahih, diriwayatkan oleh Imam al-Thabrani).

9. Banyak Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَال
ما من عبد يصلي عليّ إلا صلت عليه الملائكة مادام يصلي عليّ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja yang bershalawat kepadaku maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya.” (Hadis dihukumi Shahih Mursal oleh Imam al-Bani, diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

10. Gemar Berinfaq

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Hadis dari Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata,: “Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit”. (HR. Imam al-Bukhari).

11. Mendoakan Orang Lain dengan Kebaikan Tanpa Sepengetahuannya

إِنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan”. (HR. Imam Muslim).

12. Suka Memakmurkan Masjid

عَنْ ‏ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏رَضِيَ الله عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ‏ ‏إِنَّ لِلْمَسَاجِدِ أَوْتَادًا الْمَلَائِكَةُ جُلَسَاؤُهُمْ إِنْ غَابُوا يَفْتَقِدُونَهُمْ وَإِنْ مَرِضُوا عَادُوهُمْ وَإِنْ كَانُوا فِي حَاجَةٍ أَعَانُوهُمْ

Hadis dari Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setiap masjid itu ada pasaknya (kiasan Rasulullah terhadap para pemakmur masjid, artinya yang sering ke Masjid adalah pasak bagi Masjid), lalu Malaikat adalah teman mereka di sana. Jika pemakmur masjid itu tidak ada, para Malaikat akan mencari mereka. Jika mereka sakit, para Malaikat akan menjenguknya, dan jika para pemakmur masjid itu membutuhkan bantuan, para Malaikat pun akan menolong mereka (di antara pertolongan itu adalah do’a). (Hadis Shahih, diriwayatkan Imam al-Hakim).

13. Menuntut Ilmu

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول:
مَنْ سَلَكَ طَريقا يَبتَغي فيه عِلما سَلَكَ اللّهُ له طَريقا إلى الجَنّة وإنّ الملائِكَةَ لَتَضَعُ أجنِحَتَها لِطالِبِ العِلمِ وإنّ العالِمَ ليَستَغفِر لَهُ مَن في السَماواتِ وَمَن في الأرضِ حَتّى الحيتانُ في الماء. وَفَضلُ العالِمِ على العابِدِ كَفَضلِ القَمَر على سائر الكواكِبِ ، إنّ العُلماءَ وَرَثَةُ الأنبياء ، إنّ الأنبياءَ لَم يُورِّثوا دينارا ولا دِرهَما ، إنّما ورّثوا العِلمَ فَمَن أخَذَ بِهِ أخَذَ بِحَظّ وافِر
Hadis dari Abu Darda’, semoga Allah meridhainya, berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, niscaya Allah subhanahu wata’ala menyediakan jalan untuknya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat melebarkan sayapnya karena ridha kepada orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang berilmu dimintakan ampun oleh makhluk yang berada di langit dan di bumi sampai paus yang di dalam laut. Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas segala bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh dia telah mengambil keberuntungan yang banyak.” (HR. Imam Abu Daud dan Imam al-Tirmidzi)

14. Mengajarkan Kebaikan kepada Orang Lain

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَال
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ

Hadis dari Abu Umamah al-Bahily, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah, para Malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Hadis Hasan, diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi).

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: