Dilarang Pacaran bukan Berarti Dilarang Jatuh Cinta!

Ketika seseorang menguburkan CINTAnya, maka kelak kan tertatih dan letih mencari dimana CINTA tersebut Ia kuburkan, Karena CINTA terkubur tanpa batu NISAN“ (Bang Ori Gagah, Padang – di ujung December 2010)

Terkadang ketika seorang Adam dan Hawa berhadapan dengan pahitnya realita cinta, dikhianati atau didustai. Beberapa orang secara keji menguburkan hidup-hidup cintanya. Mereka tidak menyadari bahwa kesalahan itu bukan pada cinta; mengapa harus cinta yang disalahkan hingga dibunuh atau bahkan dikubur?

Beberapa cerita nyata dan berbagai keluh kesah mereka bahkan curahan hati mereka yang terjebak hubungan semu pacaran memberanikan saya untuk menyimpulkan bahwa kesalahan tersebut terletak pada jalur cinta yang mereka jalani. Jalur baik tidak bertentangan dengan fitrah manusia, bahkan mententramkan batin manusia, itulah dia PERNIKAHAN.

Tidak ada jalan bagi dua orang (yang berlawanan jenis) yang saling mencintahi melainkan pernikahan” (HR.Ibnu Hibban)

Sementara itu, jalur syubhat dan buruk tersebut, itulah pacaran, telah banyak menjatuhkan Anak cucu Adam ke dalam lumpur dosa dan mengorbankan banyak cinta yang tidak bersalah.

Kebanyakan manusia menanam benih CINTA terhadap sesama makhluk, padahal makhluk tidak Kekal, oleh karenanya agar CINTA itu abadi, maka tanamlah benih CINTA pada Dzat yang Maha Kekal nan Abadi yakni Allah Swt.

Pemandangan yang amat menyedihkan adalah setiap malam Ahad (Minggu), ketika setiap sudut kota dipenuhi kemaksiatan sebagian besar remaja, entah memang tak tau atau memang tidak mau tau, bahaya laten pacaran yang mereka geluti. Akankah penyesalan kan menjadi kata terakhir untuk sebuah perubahan???

Dilarang pacaran bukan Berarti dilarang jatuh cinta karena cinta, mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia, bahkan termasuk ke dalam kategori “gharizah” (kecendrungan). Namun merealisasikan gharizah ini mesti dengan cara yang manusiawi, yang sudah dimuliakan, bukan dengan cara kera, sapi, kerbau, atau kangguru. Cara yang mulia tersebut sudah ada dalam syariat Islam, khitbah & nikah. Cara ini lah yang halal, baik, dan resmi.

Pertanggungjawabannya menembus batas dunia hingga ke pengadilan akhirat. Ddisinilah letak salah satu kemuliaan tersebut. Sangat bertolak belakang dengan ikatan ilegal pacaran. Pertanggungjawabannya kepada siapa??? Pacaran adalah ikatan ilegal. Tentu saja ilegal; mana ada buku pacaran, yang ada hanya buku nikah. Pelakunya jika tidak di azab di dunia, maka di akhirat azab telah menantinya, kecuali pelakunya bertaubat dan meninggalkan aktivitas memalukan tersebut. Percayalah… bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengkahiri Hubungan ilegal ini. Mau sampai kapan Anda menambah saldoDosa pada buku tabungan aktivitas ilegal ini?

Brother and Sister, Ikhwan wa Akhawat fillah, coba bersikap realistis dalam menjalani hidup. Hanya mereka yang tidak realistis, yang berani menjalani romansa percintaan pada jalur pacaran, padahal endingnya saja belum jelas, entah bakal lanjut ke pelaminan atau tidak. Bisa saja putus ditengah jalan, kemudian jadi mantan. Emang enak dikasih label “MANTAN”. Baik yang jadi mantan atau yang dimantanin pada dasarnya sama; sama-sama terluka hatinya, sama-sama kecewa, sama-sama jadi korban perasaan yang bercampur aduk, sama-sama menyesal.

Ini bukan sekedar soal jatuh cinta biasa, ini juga bukan sekedar menghapus status jomblo. tapi ini lebih menitik beratkan kepada proses yang dilalui dan dijalani. Yaaa… sebuah Proses untuk masa depan jauh menembus tapal batas akhirat. Perhatikan proses yg dilalui oleh tumbuh kembang cinta tersebut; jika prosedur yg dilalui adalah jalan yang dibenarkan syariat, pasti ada balasan pahala yang luarbiasa dari Allah Azza wa Jalla. Seharusnya tidak dilihat dari umurnya (nikah mudah atau sebaliknya) namun lebih menitik beratkan ke “proses” nya  karena proses menentukan hasil atau “produk” yang berkualitas. Terlepas dari itu semua adalah kehendak dari Allah Swt, namun siapa yang tahu kehendak-Nya. Saya seumur-hidup bisa tidak terjerumus dan terjebak dalam ikatan ilegal pacaran. Tapi jangan salah saya juga bisa jatuh CINTA! Bahkan cinta yang jauuuuuh ke atas menembus tapal batas, sosok bidadari yang di janjikan-Nya. Wallahu a`lam.

 

Pernah menjadi favorit di kompasiana: http://www.kompasiana.com/bangorigagah/dilarang-pacaran-bukan-dilarang-jatuh-cinta_552c71486ea83496268b459c

Rahmatul Qadri

BUKITTINGGI Official Akun Twitter @pulangbasamo. Alumni Ponpes Thawalib angkatan 2006 yg juga merupakan Ketua IPST (OSIS) terpilih pertama secara langsung/ pemilu serta Penyiar Radio Pesantren. Saat ini disibukkan sebagai Teknisi Software Kasir yang sudah digunakan oleh ratusan usaha dan jasa di Sumatera Barat dan juga CCTV Online, dalam kiprah dakwah, dipercayakan sebagai Sekretaris Bid Organisasi Pemuda Muhammadiyah Wilayah Sumatera Barat dan juga Wakil LAZISMU Wilayah Sumatera Barat, disela kesibukkan tersebut menyempatkan diri bersama Kakak/Abang dan adik-adik mengembangkan Website surauparabek.com. info Pertanyaan: BBM: D34DD5C1 Wa/Line: 085263794009

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: