Haji Salim: Inyiak Parabek Berikut

Banyak Tulisan mengenai Syech Ibrahim Musa Parabek, dan banyak pula tentang maha karyanya dalam bentuk wadah pendidikan yaitu Madrasah Sumatera Thawalib Parabek serta coretan keilmuan yang tertuang dalam karangan yang kini sedang “matisuri” dalam bangunan yang cukup luas dalam lemari yang tertutup di Thawalib Parabek.

Begitu pula dengan hadratusy syaikh yang lainnya dengan ulama-ulama yang mengabdikan dirinya di Madrasah Sumatera Thawalib Seperti alm. Inyiak Imam suar, alm. Inyiak Kali, alm. Inyiak Katik banyak juga yang mengenalinya mulai dari murid-muridnya dan juga cerita-cerita yang beredar di sekitar Pondok pesantren.

Ada sekelumit hal yang jarang disentuh dan diketahui oleh para alumnus dan juga para santri ataupun bahkan mungkin juga oleh para guru/ustadz dan ustadzah di Parabek tentang Inyiak nan lainnya.  Dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang Inyiak Imam Salim.

Banyak tulisan sebenarnya yang menyebutkan nama Inyiak Salim ini seperti dalam tulisan Jayusman tahun 2009. Efri Yoni Baikoeni dalam artikelnya “Ironi Robohnya Surau Kami” tahun 2016 menyebut nama Inyiak Salim Sakali sen no. Ia menyebut H. Salim adalah kemanakan Inyiak Syech Ibrahim Musa . Bang Khairul Ashdiq “Sumatera Thawalib Agam” di Surauparabek.com menyebutkan Inyiak Salim membuka acara Algeemene vergendering Sumatera Thawalib Parabek tanggal 10 September 1920 yang memangku jabatan sebagai Presiden pada perkumpulan ini.

Lalu, siapakah sebenarnya Inyiak Salim ini?

Inyiak Salim adalah putra asli Parabek yang diperkirakan lahir pada tahun 1900 karena narasumber Inyiak Salim meninggal dunia pada 1970 di Parabek seperti yang tertulis di batu nisannya di sebelah kiri pondok pesantren Sumatera Thawalib Parabek.

Inyiak Salim di masa remajanya sudah terjun dalam kancah pendidikan di Pondok Pesantren di Parabek. Di umurnya yang masih belasan tahun, ia diangkat sebagai Pimpinan Jami’atul Ikhwan (nama sekolah parabek sebelum dibentuknya organisasi Sumatera Thawalib Parabek Tahun 1921). Menurut H. Chalidi Ali (1908-1998) Inyiak Salim diangkat oleh Inyiak Parabek (Syech Ibrahim Musa) sendiri sebagai penggantinya menjadi pendidik di Parabek ketika beliau kembali ke Mekkah menuntut ilmu keagamaan pada tahun 1920.

Inyiak Salim menikah dengan Urang Parabek Ateh suku Simabua, Daniatun. Ia memiliki seorang anak yang bernama Afif yang lahir pada tahun 1939. Menurut penuturan beliau, Inyiak Salim sampai akhir hayatnya mengabdi di Sumatera Thawalib Parabek. Inyiak Salim pernah memangku Imam di Masjid Jami’ Parabek.  Sedikit yang saya temukan tentang kehidupan Inyiak Salim hingga saat tulisan ini saya buat. Mohon doa dan al-fatihahnya untuak Inyiak Salim yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Sumatera Thawalib Parabek.

Foto fitur tulisan ini adalah  foto guru-guru Sumatera Thawalib Parabek Tahun 1950an. Menurut anak Inyiak Salim ketika saya suguhi foto ini, “ayah apa nan basorban sabalah Inyiak Ibrahim Musa, ko foto guru parabek ko mah tapi apa lupo sia sen namono.”

Mustaqim

Mustaqim adalah alumnus Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek tahun 2012 dan sekaligus putra asli Parabek. Saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana satu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan SKI.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: