Jendela

Matahari

Senja tertahan di pelupuk matamu

Sengaja kau kibaskan surai yang mencekik malam

Pun,,

Senandung doaku menolak hari untuk berlalu

“Masih adakah tempat untuk kami kembali, Bu?”

Bunda yang tengah menyusui takdir itu menggeleng

Waktu telah membeli semua ruang kosong

Sebentar lagi,

Tabungannya bahkan cukup menebus sebuah kenangan

Lalu,

Mendung membayang di punggungmu

Matahari

Matahari adalah alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek lulusan tahun ajaran 2016. Ia dilahirkan di Bukittinggi, 7 Maret 1998. Beberapa karyanya telah terbit di media cetak seperti koran Harian Rakyat Sumbar dan majalah Horison dan media elektronik seperti Suara Pelajar.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: