HomePojok MadrasahManjalang Guru

Manjalang Guru

Pojok Madrasah 0 0 likes 9 views share

Konon katanya, di Minangkabau ada sebuah tradisi yang biasa sisebut dengan Manjalang Guru, yaitu menemui seseorang yang di percaya sebagai Malin dengan maksud untuk mangaji jo baguru. Istilah ini  mungkin sudah sering didengar sebagai salah satu cara belajar Orang Minangkabau dahulu. Budaya Minangkabau mendorong masyarakatnya untuk mencintai pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehingga sejak kecil, para pemuda Minangkabau telah dituntut untuk mencari ilmu.

Filosofi Minangkabau yang mengatakan bahwa “alam takambang jadi guru” merupakan suatu adagium yang mengajak masyarakat Minangkabau untuk selalu menuntut ilmu. Pada masa kedatangan Islam, pemuda-pemuda Minangkabau selain dituntut untuk mempelajari adat istiadat juga ditekankan untuk mempelajari ilmu agama. Hal ini mendorong setiap kaum keluarga, untuk mendirikan surau sebagai lembaga pendidikan para pemuda kampung.

Semenjak dan setelah negara api menyerang, maksudnya, setelah kedatangan imperium Belanda, masyarakat Minangkabau mulai dikenalkan dengan sekolah-sekolah umum yang mengajarkan ilmu sosial dan ilmu alam. Pada masa Hindia Belanda, pemuda Minangkabau merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling bersemangat dalam mengikuti pendidikan Barat. Oleh karenanya, di Sumatera Barat banyak didirikan sekolah-sekolah baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta.

Saat ini, tradisi manjalang guru secara perlahan-lahan telah di-erosi oleh zaman. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Mulai dari kurangnya pengenalan kepada generasi muda akan tradisi-tradisi Minangkabau, modernisasi yang lebih diminati dan menciptakan individualitas akut karena lebih praktis dan mengikuti perkembangan zaman, dan pembelajaran budaya yang cuma masuk kedalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Mungkin sebenarnya ini telah selesai bahas dan dirangkum oleh niniak mamak di pajak-pajak atau lapau-lapau kopi.

Manjalang Guru,  mungkin sudah terlalu lawas untuk dikenang kembali. Akan tetapi ada begitu banyak nilai-nilai penting yang bisa diambil, salah satunya yaitu semangat menuntut ilmu para pemuda-pemuda Minangkabau pada masa dulu. Banyak teks-teks yang berbicara bagaimana proses pemuda-pemuda Minangkabau dahulu untuk pergi mangaji. 

Tidak sedikit rintangan yang harus dilalui, mulai jarak yang harus di tempuh untuk bertemu sang guru dan tentunya onda masa itu masih jadi barang langka, keadaan ekonomi yang kurang mendukung, ujan badai petus berdengkang, dan sebagainya. Semua itu tidak menyurutkan niat pemuda-pemuda Minangkabau untuk mencari ilmu. Semangat yang harus kita lanjutkan sebagai motivasi dan bentuk pengamalan dari falsafah-falsafah Minangkabau, tentunya manjalang guru sangat mungkin dan mesti untuk kembali dikenalkan kepada pemuda-pemuda Minang saat ini.

Madrasah Sumatra Thawalib Parabek, sebuah pesantren yang secara epistimologis berarti sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, yaitu dengan seorang Inyiak/kiai/ustadz-uztadzah mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab dan kitab Arab Melayu. Lingkungan pesantren tentunya sangat mendukung pengaplikasian dan penanaman semangat dari tradisi manjalang guru tersebut karena bisa meminimalisir hambatan-hambatan yang dulu dihadapi pencari ilmu sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.

Contohya, Alim ulama lingkungan Pesantren Parabek yang mudah di temui, jarak tempuh untuk manjalang sudah tidak terlalu jauh karna kita ketahui Pesantren Parabek mempunyai asrama dan  petus berdengkang-pun sudah tidak jadi hambatan. Yang terpenting yaitu semangat dari tradisi tersebut bisa terwariskan dan tentunya dengan sedkit pengorbanan, mungkin sama halnya pengorbanan buah kelapa bisa menjadi sepiring rendang didalam tulisan kakanda Muhammad Awaluddin, Santri Parabek dengan mengorbankan sedikit waktunya untuk manjalang guru untuk pai mangaji, yang mungkin saja nanti jadi sebuah identitas Santri Parabek.[]

 

Baca juga:  Tuan Guru Bajang di Masjid Jami’ Parabek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *