HomeMangajiMengapa Harus Selalu Mencari Perbedaan?

Mengapa Harus Selalu Mencari Perbedaan?

Mangaji 0 0 likes 9 views share

Sebelum sampai ke pembicaraan utama pada tulisan ini, baiknya kami mulai dengan cerita. Ceritanya begini,

Pada hari itu, kami santri belajar tasawuf Thariqah Muhammadiyah dengan Buya Deswandi. Hangatnya pembahasan yang ada dalam buku tersebut membuat buya bercerita, kira-kira ceritanya seperti ini,

“Apo untuangnyo, urang nan basarawa cangkriang samo urang nan basarawa biaso dibawah mato kaki?”, kata buya.

Kami terdiam sambil berpikir. Namun, tak ada satupun dari kami yang menjawab.

“Kalau urang nan basarawa dibawah mato kaki tu gunonyo supayo ndak dingin, tapi kalau basarawa di ateh mato kaki supayo pas nio sujuik wakatu sumbayang, ndak payah-payah manyengsengan sarawa ka ateh lai.” Jawab sekaligus canda buya.

Seketika kami satu kelas tergelak dengan jawaban buya yang jenaka tersebut. Sekian ceritanya.

Perbedaan pandangan di kalangan ulama dan intelektual memang sudah tak bisa dipungkiri keniscayaannya. Setiap kepala memiliki cara berpikir dan pandangan masing-masing mengenai suatu permasalahan.

Akan tetapi, bukan berarti setiap orang yang berbeda pandangan dengan kita adalah orang yang salah. Mungkin, mereka punya metode sendiri dalam berpikir. Semuanya tergantung dari sudut dan pendekatan mana yang digunakan dalam menghadapi suatu permasalahan.

Prof. KH. Ali Mustafa Yakub mengarang sebuah buku berjudul “Titik temu Wahabi dan NU” sebagai bentuk sifat radikal beliau dalam berpikir dengan melawan kebiasaan orang-orang yang selalu mencari-cari perbedaan.

Agaknya ulama-ulama seperti beliau sudah jarang kita temui. Kita terlalu sibuk dalam perbedaan. Pikiran-pikiran inilah seharusnya yang kita bangun. Bukan pikiran-pikiran yang selalu mengkotak-kotakkan dan selalu mencari perbedaan. Mari berdamai. Wallahu a’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *