Mubes IMASTHA Padang Sukses

Setelah berhasil mengadakan acara rihlah di Pantai Pasir Jambak Padang pada hari Kamis, 5 Mei 2016, Ikatan Mahasiswa Alumni Sumatera Thawalib (IMASTHA) Padang juga sukses dengan agenda Musyawarah Besarnya yang dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Mei 2016. Musyawarah ini bertempat di Gedung I Universitas Andalas Padang. Agenda pada musyawarah besar ini di antaranya adalah pemilihan ketua beserta jajarannya, pembentukan departemen-departemen, penetapan Dewan Pembina Organisasi (DPO), dan pengarahan-pengarahan lainya.

Musyawarah berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari peserta. Peserta yang hadir lebih dari 30 orang yang masing-masing berasal dari IAIN Imam Bonjol, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Putera Indonesia, STKIP PGRI, dan Politeknik Negeri Padang. Kesemuanya merupakan alumni Sumatera Thawalib Parabek dari tahun 2008 hingga 2015. Adapun yang bertindak sebagai pelaksana kegiatan adalah alumni tahun 2012, 2013, dan 2015.

Musyawarah dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan acara pembuka yang dibawakan oleh Wildan Habibi (lulus 2015). Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ulfah Khairun Nisah (lulus 2012), menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sumatera Thawalib, serta sambutan dari panitia pelaksana yang diwakili oleh Dinda Khaira Latifa (lulus 2015). Turut memberikan sambutan, Nursa’adah Khudri (lulus 2008) sebagai wakil dari senior yang hadir. Dalam sambutannya, Nursa’adah berharap agar IMASTHA dapat berkiprah baik secara intern maupun ekstern, menjadikan IMASTHA yang melekat pada jiwa alumni dan masyarakat. “Saya berharap IMASTHA dapat menjadi wadah untuk bertemu, bersosialisasi, dan tempat untuk membangun ide-ide kreatif para alumni,” lanjutnya.

Setelah rangkaian acara pembuka ditutup dengan pembacaan doa oleh Bayu Ananda Mulya (2015), forum diambil alih oleh Muslim (lulus 2010) dengan memberikan pengarahan-pengarahan serta mekanisme musyawarah. Musyawarah kali ini tidak disertai dengan pembahasan AD/ART, sidang pertanggungjawaban, sidang pleno dan sidang komisi. Hal ini disebabkan IMASTHA Padang sudah terlalu lama vakum dan tongkat estafet kepengurusan  sempat terhenti antara tahun 2010 hingga 2016. Panitia tidak menemukan berkas-berkas kepengurusan yang lama. IMASTHA Padang benar-benar harus dimulai dari awal kembali.

Sebelum nama-nama calon ketua diajukan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah; 1) calon ketua merupakan alumni yang menyelesaikan pendidikan di Parabek selama 6 tahun, 2) terdaftar sebagai mahasiswa perguruan tinggi di kota Padang, 3) berdomisili di Padang, 4) memiliki pengalaman organisasi, 5) mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi untuk organisasi, 6) mampu mengayomi anggota serta mampu bersosialisasi dengan baik. Dari syarat-syarat tersebut, terpilihlah sebanyak lima nama calon ketua.

Musyawarah ini menghasilkan keputusan ketua terpilih IMASTHA Padang selanjutnya (2016-2017), Muhammad Irsyad (lulus 2013) yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Tanah Universitas Andalas. Selain itu juga terpilih sebagai wakil ketua, Aqil Abdul Ghani, sebagai sekretaris, Nilda Safirna, dan bendahara, Novia Anggraini, yang ketiganya merupakan alumni yang lulus tahun 2015. Peserta musyawarah juga menyetujui Rahmatul Qadri (lulus 2006), Nursa’adah Khudri, Muslim, dan M. Gamma Uswansyaf (lulus 2011) sebagai Dewan Pembina Organisasi. Para pengurus harian nantinya akan menentukan pengurus-pengurus lain yang akan mengelola departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Informasi dan Komunikasi (Infokom), Humas, serta Dana dan Usaha (Danus).

Musyawarah besar IMASTHA Padang berakhir pada pukul 16.00 WIB. Banyak sekali masukan dan motivasi yang diberikan oleh para senior yang hadir, yang dulunya juga pernah berkecimpung baik di IMASTHA Padang, maupun organisasi lainnya. Semoga dengan kembalinya IMASTHA Padang beserta kepengurusan barunya dapat menjadikan organisasi ini jauh lebih baik, lebih maju, berkembang besar, dan mencapai tujuannya, serta dapat menjadi motivasi bagi IMASTHA di kota-kota lain agar dapat bergerak kembali. Salam semangat!

Imroati Karmillah

Imroati Karmillah adalah alumni Sumatera Thawalib Parabek lulusan tahun 2009. Menyelesaikan S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan S2 di pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang.

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: