Mubes: Wadah Pemersatu Alumni Sumatera Thawalib Parabek

Oleh: Dr. Zaim Rais

Ketua Ikatan Alumni Sumatera Thawalib Parabek 2010-2015

 

Setelah Hari Raya ‘Idul Fitri nanti, Ikatan Alumni Sumatera Thawalib Parabek akan melaksanakan agenda Silaturahim dan Musyawarah Besar (Mubes). Agenda ini bertemakan “Merajut Silaturrahim, Manyalin dari nan Tuo, Babagi jo Sejawat, Baragiah ka nan Tumbuah, Liyatafaqqahū fi al-Dīn”. Rencananya acara ini akan diselenggarakan di gedung Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek pada hari Minggu, 10 Juli 2016. Pukul 09.00 pagi dimulai acara silaturrahim, dan siang hari pada pukul 13.30 dilanjutkan dengan Mubes.

Musyawarah besar ini merupakan yang pertama bagi Sumatera Thawalib Parabek. Ikatan Alumni Sumatera Thawalib Parabek sendiri baru diresmikan pada tahun 2010, tidak lama sebelum peringatan 1 Abad Ponpes Sumatera Thawalib ketika itu. Artinya, Mubes kali ini sudah mengalami keterlambatan beberapa waktu, menimbang masa bakti kepengurusan adalah 5 tahun.

Sebenarnya ini melambangkan sebuah kelemahan bagi lembaga pendidikan sekelas Sumatera Thawalib Parabek. Sekolah ini telah dirintis semenjak tahun 1910 oleh Syaikh Ibrahim Musa; telah melewati perjalanan panjang dan dinamika sejarah Indonesia. Sekolah ini telah melewati zaman penjajahan Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, dan era Reformasi saat ini. Dalam sebuah bukunya, Dr. H. Abdul Karim Amrullah: Pengaruhnya dalam Gerakan Pembaruan Islam di Minangkabau, Murni Djamal menyebut bahwa secara umum, sekolah-sekolah Diniyah dan Thawalib dalam rentang 1920-1928 telah menjadi sekolah yang populer dengan meluluskan sekitar seribuan lulusan yang kemudian menjadi guru-guru berkualitas dan berpengaruh besar di Sumatera Barat maupun di luar.

Jika lulusan Sumatera Thawalib Parabek bersama sejumlah Thawalib lainnya dan Diniyah telah begitu berpengaruh ketika itu, mengapa Ikatan alumninya baru saja akan mengadakan Mubes pertama pada tahun ini?

Kita ingin menutupi kelemahan tersebut. Sebagai sebuah sekolah, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib telah berdiri kokoh. Sejarah telah membuktikan itu. Bukan hal yang gampang untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah lembaga pendidikan dalam waktu yang begitu panjang. Burhanuddin Daya menyebut ada belasan Sumatera Thawalib pada awal kemunculannya. Kita lihat sekarang, Sumatera Thawalib Parabek hanya satu dari sedikit yang masih bisa bertahan.

Akan tetapi, alumni, sebagai sebuah ikatan yang terorganisir belum kokoh. Ini mengindikasikan bahwa saat ini, alumni-alumni Sumatera Thawalib Parabek masih berkiprah secara individual atas nama pribadi. Dari itulah, Mubes pertama ini mejadi jembatan untuk menjadikan kiprah-kiprah individual tersebut seperti bola salju. Dengan sedikit digelindingkan, ia akan terus berjalan dan bertambah besar. Diharapkan, Mubes ini menjadi pintu gerbang bagi Ikatan Alumni Sumatera Thawalib Parabek untuk menjadi semakin bersatu, semakin produktif, dan semakin bermanfaat bagi umat secara luas.

Mubes ini juga bisa menjadi jalan untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Sumatera Thawalib Parabek. Seorang lulusan pondok pesantren, seperti Ponpes Sumatera Thawalib, jika tidak mencintai sekolahnya, itu adalah hal yang aneh. Mengapa demikian? Paling tidak ada dua hal. Pertama, jangka waktu sekolah di Sumatera Thawalib Parabek adalah enam tahun. Waktu enam tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menyimpan segudang memori dan menumbuhkan emosi yang mendalam. Jika para alumni sekolah negeri dengan jangka waktu pendidikan hanya tiga tahun begitu besar mencintai sekolahnya, maka semestinya lulusan Sumatera Thawalib lebih.

Akan tetapi, hal itu tidak bisa dilimpahkan begitu saja kepada alumni-alumni secara individu. Rasa cinta seorang alumni terhadap sekolahnya berkait-kait dengan eksistensi organsisai ikatan alumninya. Saya meyakini setiap alumni Sumatera Thawalib Parabek mencintai sekolah ini. Akan tetapi, Ikatan Alumni belum maksimal menampung dan mengaktualisasikan rasa cinta tersebut. Karena sejatinya begitulah cara kerja Ikatan Alumni, dengan memanfaatkan hubungan emosional yang kuat antara alumni dan sekolah.

Saya mendukung agenda Mubes Ikatan Alumni Sumatera Thawalib ini. Semoga sukses.[]

Tim Redaksi

Merupakan Garin Termuda di surauparabek.com lahir bersamaan dengan munculnya surau parabek, Salam Kenal Semua Keluarga Besar Surauparabek, -http://toko.surauparabek.com (Pelanggan Setia Toko)

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: