Renungan: Keberkahan Langit dan Bumi

Berbicara mengenai negara kaya di dunia, kita tentu sepakat bahwa negara Indonesia adalah satu diantaranya. Negara Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan alam yang menakjubkan. Mulai dari Sabang sampai Merauke berjejer pulau-pulau yang beraneka ragam bentuk dan karakteristiknya. Sebagian besarnya adalah ribuan pulau kecil yang mengapit pulau besar. Tidak hanya itu, barang tambang  yang terkandung di daratan maupun lautan Indonesia sungguh banyaknya. Minyak bumi, gas, tembaga, emas adalah diantaranya. Selain itu, lautan Indonesia juga tidak kalah hebatnya. Laut Indonesia yang lebih besar dari daratannya juga menyimpan milyaran ikan yang menjadi sumber pencarian penduduk Indonesia dan menjadi sumber protein yang sangat dibutuhkan manusia.

Kekayaan yang tersebar baik di daratan maupun lautan Indonesia adalah sebagai bukti bahwa Maha Pengasihnya Allah SWT. Melihat semua itu, kita mesti bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan pengatur alam jagat raya ini. Allah hingga detik ini masih menjamin keberlangsungan kehidupan manusia yang tinggal di Indonesia. Sawah yang setiap waktu menghijau dan menguning menjadi bukti bahwa alam Indonesia ini adalah daerah yang subur. Tidak salah selama ini orang-orang yang datang berkunjung ke Indonesia menyebut Indonesia sebagai ‘zamrud khatulistiwa’. Zamrud yang berarti permata atau benda yang indah merupakan salah satu batu mulia yang memiliki harga yang tidak murah, mahal harganya. Sementara khatulistiwa berarti daerah tropis. Jadi zamrud khatulistiwa adalah daerah tropis yang penuh dengan keindahan seperti indahnya kilauan permata. Sungguh luar biasa pesona yang tersimpan di alam Indonesia.

Kemudian wilayah Indonesia yang juga menyimpan pesona keindahan dan kekayaan yang tidak kalah memukau adalah Papua. Papua yang terletak pada bagian timur Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa nilainya. Sebut saja Raja Ampat yang menjadi ikon pariwisata Papua telah banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya itu, salah satu daerah pegunungan yang terdapat di Papua juga mengandung emas yang begitu banyak jumlahnya. Menurut sumber sementara menyebutkan bahwa emas yang telah dikeluarkan dari dalam perut bumi papua jumlahnya telah hampir 46 juta ton. Jumlah yang tidak sedikit. Jika dirupiahkan emas tersebut, maka triliuanan rupiah jumlahnya.

Melihat kondisi demikian kita tentu semakin yakin bahwa Indonesia ini adalah negeri yang sangat kaya. Indonesia ini adalah negeri yang Allah limpahkan nikmat yang sungguh banyaknya. Indonesia ini adalah negeri yang tersimpan keberkahan di dalamnya. Indonesia ini adalah negeri yang Allah janjikan surga bagi penduduknya. Namun, itu hanya sebagian kecil dari kekayaan alam yang telah Allah berikan kepada penduduk Indonesia.

Allah SWT berfirman :

   وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ       

Artinya : Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-A’raf: 96)

Berdasarkan ayat d atas, kita tentunya senang dan bahagia dengan limpahan karunia Allah itu. Namun pertanyaannya sekarang adalah, apakah penduduk Indonesia ini telah sebenarnya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT?; dan apakah Indonesia ini adalah negeri yang Allah berkahi itu?. Apakah penduduk Indonesia ini adalah termasuk  golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT, dan kemudian Allah siksa mereka atas perbuatannya tersebut? Pertanyaan ini barangkali yang mesti dijawab terlebih dahulu sebelum kita yakin bahwa Indonesia ini adalah salah satu daerah yang Allah berkahi itu sebagaimana terdapat dalam ayat.

Mari kita lihat kondisi Indonesia sekarang. Penduduk Indonesia yang mayoritas adalah beragama Islam, berapa persen mereka yang menjalankan syariat Islam dengan sempurna. Mari kita melayangkan pandangan kepada yang jauh, dan menukikkan pandangan kepada yang dekat. Banyak mana orang Islam sekarang yang mengerjakan shalat dengan yang tidak shalat. Banyak mana orang Islam sekarang yang mengerjakan puasa dengan yang tidak puasa. Banyak mana orang Islam sekarang yang mematuhi perintah Allah dengan yang melanggar perintah Allah SWT. Banyak mana orang Islam sekarang yang membiarkan hak saudaranya dirampas oleh orang lain dengan yang membela. Ini barangkali yang mesti kita jawab dahulu sebelum kita yakin kitalah penduduk yang beriman dan bertaqwa itu.

Masih pantaskah kita mengaku sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa. Sementara kita masih melakukan maksiat kepada Allah SWT. Malu rasanya diri ini mengaku sebagai orang yang beriman dan bertaqwa dihadapan Allah SWT. Padahal selama ini yang dilakukan adalah sesuatu yang membuat Allah marah, sesuatu yang membuat Allah murka, sesuatu yang membuat Allah enggan melihat kita.

Jika demikian kondisi kita sekarang. Apakah benar Indonesia ini adalah negeri yang Allah limpahkan keberkahan sesuai dengan ayat tadi. Tanpa kita sadari, kekayaan alam Indonesia yang begitu banyaknya, ternyata sebanding dengan utang luar negeri yang mesti dibayar dan dilunasi. Lalu Kekayaan yang begitu banyaknya menjadi tidak berarti bila utang yang mesti dibayarkan juga banyak. Lalu dimana harga diri bangsa kita ini, jika kita mengaku sebagai negara kaya, tetapi kaya akan utang.

Barangkali sekaranglah kesempatan kita membuka mata, hati dan pikiran tentang masalah yang sebenarnya menimpa bangsa ini. Bangsa ini telah terlalu lama dikuasai oleh orang-orang yang haus akan kekuasaan, haus akan kekayaan, haus akan pangkat dan jabatan, namun kering iman dan ketaqwaan. Sejatinya bangsa ini  sangat butuh orang berpengetahuan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, bukan yang hebat pengetahuannya saja. Betapa banyak kaum terdahulu  yang memiliki peradaban yang tinggi dan ilmu pengetahuan yang maju, namun Allah timpakan kepada mereka siksaan yang luar biasa dahsyatnya. Pengetahuan yang selama ini mereka banggakan ternyata tidak bisa melindungi mereka dari bencana yang Allah turunkan.

Oleh sebab itu, Seberapa hebat pun pengetahuan seseorang itu, namun pengetahuannya itu tidak dilandasi olah iman dan taqwa, maka yang demikian tersebut hanya akan membawa kepada kehancuran. Oleh karena itu, mari kembali kita rapatkan barisan dengan meletakkan iman dan taqwa pada bagian terdepan dan menggiatkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Kemudian pertanyaan selanjutnya yang mesti kita jawab adalah, apakah penduduk Indonesia ini adalah termasuk kepada golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT, dan kemudian Allah siksa mereka atas perbuatannya tersebut?

Sebab bilamana Allah telah berkehendak untuk menghukum orang-orang yang sengaja mendustakan ayat-ayatnya. Maka tidak ada satupun yang dapat mencegah semua itu. Oleh sebab itu,  Kita berharap kepada Allah SWT agar selalu membuka pintu taubat yang seluas-luasnya, terutama kepada saudara-saudara kita yang masih secara terang-terangan mendustakan ayat-ayat Allah SWT, kepada saudara kita yang masih enggan melaksanakan perintah Allah SWT dan kepada saudara-saudara kita yang masih keras hatinya untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Kita berdoa, semoga Allah selalu menjauhkan kita dari siksa yang telah Allah sediakan bagi hambanya yang sengaja mendustakan ayat-ayatNya. Akhirnya bilamana penduduk Indonesia telah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, maka tiada satupun yang dapat mencegah turunnya keberkahan Allah itu, baik yang turun dari langit atau yang keluar dari bumi. Sehingga termasuklah kita kepada penduduk negeri yang telah Allah abadikan sebagaimana yang terdapat di dalam al-Quran karim.

Wallahu A’lam bi al-Shawab……

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: