Sajak-sajak Nurfirman

Wisata Pantai

Di Loang Baloq, kita menziarahi diri sendiri. Mengunjungi usia,

menyaksikan ombak terkapar, kematian.

Dalam satu ruang-waktu, kita menikmati beringin, nisan,

dan bunga-bunga

sebagai wisata, dalam senja.

 

Matahari pudur dari balik bebukitan,

di balik samudra.

 

Seekor naga tengah mengejarnya, dalam doa-doa.

 

Di Rotterdam

Tidak adakah hal lain yang kausaksikan

di Rotterdam selain kamatian?

Benteng tinggi, berbatu. Mayat-mayat berserak dalam sejarah.

Di depannya, Hasanuddin berkuda, menyerang laut.

Di selatan, sebuah benteng yang lebih tangguh telah jatuh. Somba Opu.

Aku terbius kenangan.

 

Tidak adakah hal lain yang kausaksikan

di Rotterdam selain kematian?

Aku mengelukan anak-anak mencatatkan sejarah mereka.

Memilih situs-situs penting, menjadi museum.

Dari sana, kita tahu bahwa masa depan belumlah ranum.

 

Purnama di Jakarta

Kusaksikan rembulan kota ini hangus terbakar udara.

Garisnya terkikis lama-lama, pudar cahaya.

Sepertinya, polusi telah menjadi nadi, detak jantung ini kota.

 

Berbeda dengan purnama kota kita

yang masih serupa mata macan

tajam dan menjanjikan.

 

Rembulan kota ini remang, seperti lampu neon lima watt,

sementara jalanan tak pernah pudur warnanya.

Langit muram masam,

dan kita tidak menikmati apa-apa.

 

Orang-orang di sini sudah biasa menikmati malam melalui layar kaca.

Malam ragu-ragu muncul di ibukota.

 

Nurfirman

Nurfirman P Kansi, lahir di Padang, Sumatera Barat. Ia aktif menulis puisi, naskah drama, dan esai. Puisi-puisinya telah dimuat di berbagai media massa, beberapa puisinya juga telah diterbitkan dalam buku antologi puisi bersama, Flows into the Sink into the Gutter (2012) dan Suara 5 Negara (2013). Buku puisi tunggalnya Loka (2017). Semenjak kuliah, ia aktif menulis di Sekolah Menulis Eureka Teater Rumah Teduh UKS Unand, dan pada tahun 2015 ia mendirikan Kelas Menulis Mawar Kaca bersama rekan-rekan dari Studio Merah FHUA. Kemudian pada tahun 2016, ia mendirikan Komunitas Seni Silaksarua Indonesia. Saat ini, ia berada di Lombok.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: