Sekilas tentang Analisis Sosial

Manusia adalah makhluk sosial, dan oleh sebab itu setiap aktifitas baik pada level subjektif-individual maupun yang melibatkan interaksi bersama manusia lain merupakan peristiwa-peristiwa sosial. Peristiwa-peristiwa seringkali terlihat acak, tak teratur, tanpa pola, dan terjadi begitu saja. Akan tetapi, dengan cara pandang yang tepat, setiap peristiwa di sekitar kehidupan manusia di ruang dan waktu tertentu bisa diurai menjadi gejala-gejala yang bisa dijelaskan secara terstruktur.

Ambil lah konteks Indonesia saat ini. Kita bisa melihat sederet gejala sosial, mulai dari rapuhnya tatanan masyarakat, memudarnya etika dan lemahnya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, pengelolaan jabatan tidak disandarkan kepada kepentingan rakyat, kesewenang-wenangan penguasa, ketidakadilan, kemiskinan, dan banyak lagi.

Hal ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Bagaimana hakikat dari problem-problem tersebut serta mengapa semua itu bisa terjadi, harus bisa ditemukan penjelasannya. Penjelasan yang memadai dan realistis atas semua problem tersebut nantinya akan menjadi basis untuk merancang strategi kongkrit untuk mengambil langkah korektif. Pertanyaanya, bagaimana cara menjelaskannya?

Tidak bisa tidak, penjelasan atas peristiwa sosial ini mempersyaratkan pengetahuan secara mendalam terhadap realitas sosial secara utuh, setiap gejala-gejalanya, baik dari sisi sebab maupun akibat. Untuk itulah dibutuhkan analisis sosial.

Analisis sosial adalah merupakan upaya kita untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu (sejarah), konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya, nilai, dan spatial.

Analasis sosial merupakan salah satu usaha untuk dapat melihat dan memahami keadaan sosial secara objektif. Analisis sosial diarahkan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan historis, struktural dan konsekuensi masalah. Analisis sosial akan mempelajari struktur, mendalami fenomena, seperti kaitan antara aspek politik, ekonomi, budaya dan agama, dan sebagainya.

Dari semua itu, akan didapatkan gambaran yang memadai tentang perubahan sosial yang terjadi di masyarakat; bagaimana institusi sosial yang bertanggung jawab atas problem-problem pelik dalam kehidupan masyarakat, serta dampak lebih lanjut dari persoalan-persoalan tersebut.

Dalam melakukan analisis sosial, kita dituntut untuk dapat mengurai latar belakang masalah, pengaruh kepentingan serta implikasi logis yang mungkin muncul. Hal ini membutuhkan kemampuan dalam memetakan variabel yang saling mempengaruhi. Sederhananya, untuk melakukan analisis sosial, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan metode-metode dalam analisis sosial.

Mari kita ambil salah satu contoh, yaitu observasi. Observasi adalah aktivitas mengamati sebuah proses atau objek dengan maksud merasakan dan memahami sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya. Observasi biasanya dilakukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian lanjutan.

Misalnya, kita lihat kasus rendahnya minat menulis mahasiswa. Sudah rahasia umum, mahasiswa zaman ini lebih senang rumus sederhana ctrl+a > ctrl+c > ctrl+v, rumus copy-paste. Ini menggambarkan minat menulis mahasiswa yang sangat rendah. Jika seseorang melakukan analisis sosial, maka ia harus melakukan pengamatan yang utuh terhadap kehidupan mahasiswa.

Pengamatan tersebut bisa meliputi pola tingkah laku mahasiswa, lingkungan, persoalan psikologis, infrastruktur, minat baca mahasiswa, teknologi, kecenderungan dosen, bentuk tugas, dan lain sebagainya. Pengamatan atas semua hal tersebut dapat memberikan deskripsi awal yang bisa menjelaskan bagaimana dan mengapa minat menulis mahasiswa begitu rendah. Selanjutnya, deskripsi tersebut bisa digunakan untuk memikirkan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Satu contoh sederhana lainnya mungkin bisa membantu; tentang inisiasi membuka warung kopi, misalnya. Warung kopi seperti apa yang akan dibuka? Jika analisis sosial dilibatkan dalam perencanaan pembukaan warung kopi, maka observasi terhadap minat masyarakat, rutinitas harian mereka, jadwal mereka biasanya ngopi, dan variabel-variabel lainnya perlu dilakukan. Deskripsi dari hasil observasi tersebut bisa ditindaklanjuti dengan merencanakan konsep, design lokasi, menu, dan sebagainya.

Meskipun contoh yang diajukan di atas berada pada skala kecil dan aplikatif, analisis sosial juga bisa diterapkan dalam skala lebih besar seperti sistem pemerintahan dan politik, resolusi konflik, dan sebagainya.[]

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: