HomeArtikelSelamat Milad Kedua Surau Parabek

Selamat Milad Kedua Surau Parabek

Artikel 0 1 likes 58 views share

Tanpa terasa perjalanannya sudah memasuki tahun ke dua. Ibaratkan bayi, awal kehadirannya ke atas dunia ini dihari kelahirannya disambut dengan antusias yang luar biasa. Kehadirannya merupakan sebuah harapan baru dengan mengusung idealisme dari sebuah pengalaman empiris yang panjang dari rahim dimana mereka para pendiri dari surau ini dilahirkan. Sebuah tempat penempaan diri dalam bertafaqquh fiddin mengalami dinamika pendewasaan ditengah terpaan perubahan.

Sebagai salah satu rahimnya gerakan pembaharuan di Ranah Minang, dinamika perubahan zaman sempat sedikit tergerus dengan gesekan zaman itu sendiri. Memang tidak ada yang abadi, yang kekal itu hanyalah sebuah perubahan. Banyak tokoh yang dilahirkan, banyak pula buah pikiran yang ada, tapi semua itu tidaklah terkordinir dan terdokumentasikan dengan baik. Simpul-simpul yang ada tidaklah sekuat simpul yang terdahulu. Karena itulah kelahirannya membawa slogan “ kembali menulis, kembali surau”.

Dari slogan yang diusung itu, surau ini diharapkan menjadi sarana dari mereka yang dilahirkan Sumatera Thawalib untuk bisa menuangkan pikiran-pikiran dalam membangun visi ke ummatan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan bagi siapa saja yang berkunjung ke surau ini. Kehadirannya bukan saja ditujukan hanya sampai dibatas itu, setidaknya ini surau ini juga mampu menjadi perekat hubungan agar silaturrahim itu kembali menguat, antara yang tua dengan yang muda, antara yang senior dengan junior. Semangat itu akhirnya kembali mendorong terlahirnya Mubes Alumni yang ke dua yang berlansung tahun yang lalu.

Baca juga:  Tahun Kedua: The Empire Strikes Back

Satu tahun perjalanannya telah membuahkan beberapa kumpulan tulisan yang telah dibukukan dan diterbitkan. Banyak ide dan gagasan yang telah dilahirkan. Namun belumlah semuanya terealisasikan. Banyak tantangan yang harus dilewati, banyak sekat yang harus dilepaskan. Tentu saja semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Surau masih saja tetap eksis dalam mempublikasikan tulisan-tulisan yang masuk. Harapan agar semua alumni yang apapun profesi yang mereka geluti bisa menuangkan ide dari berbagi pengalaman serta pencerahan belumlah mencapai ekspektasi dari ide awal surau ini lahir.

Perjalanannya ditahun ke dua dihadapi dengan sebuah tantangan yang cukup berat. Banyak hal yang menjadi tantangan didalam lingkungan internal. Konsolidasi pikiran dan ide belumlah tuntas. Ketahanan dan kesabaran dalam mengusung sebuah perubahan mengalami ujian yang cukup berat. Komunikasi yang terputus, akibat kesibukan masing-masing penggagas dan pendiri ini menjadi salah satu penyebabnya. Begitu banyak potensi besar yang belum tergarap dan termaksimalkan.

Memang, dalam bersama-sama dengan tujuan yang ingin dicapai, disitu juga terdapat perbedaan. Perbedaan inilah yang seharusnya bisa diminimalisir untuk tidak membesar. Tidaklah mudah untuk melepaskan iakatan-ikatan lain, ataupun mungkin berbagai efek dari sebuah gesekan lain yang mempengaruhi perjalanan. Tapi semua itu adalah sebuah dinamika dar sebuah pendewasaan.

Baca juga:  Kids Jaman Now dan Daya Kritis yang Tergerus

Apapun itu dari catatan perjalanannya, Surau Parabek telah mampu bertahan sampai tahun ke dua ini. Selamat Milad yang ke dua, semoga perjalanan ini akan terus saja berlanjut bergerak meraih cita-cita yang diikhtiarkan melalui surau ini. Sekali layar terkembang, batapapun besarnya ombak dan badai yang menghadang, dengan keyakinan dan keistiqamahan serta kesabaran yang dimiliki oleh mereka yang terus memelihara cita-cita itu pasti akan sampai juga di pulau tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *