Semangat Belajar Tak Pernah Pudar

Padang, April 2016. Tugas seseorang dalam belajar ada dua: belajar itu sendiri, dan menemukan nikmatnya belajar. Jika kedua cara telah terpenuhi, maka semangat belajar takkan pernah pudar. Inilah yang mendasari semangat para guru Sumatera Thawalib Parabek untuk semakin memacu diri menjadi lebih baik. Setelah menyelesaikan talaqqi Kitab fath al-Majiid bersama Buya Taheruddin dari Malalo, langsung Para guru itu “membuat’ waktu untuk belajar kembali bersama Prof.Dr. H. Amir Syarifuddin.

Ketika ditemui di Kediamannya, beliau terlihat semangat dan antusias apalagi para guru muda yang sejatinya penerus tongkat keilmuwan para Syaikh dan penyambut sorban para Buya.

Talaqqi dan belajar sorogan bersama para Ulama untuk Guru guru Sumatera Thawalib Parabek memang sudah menjadi tradisi luhur di pondok pesantren ini. Insya Allah talaqqi bersama bapak Prof. DR. H. Amir Syarifuddin akan dirutinkan sampai menamatkan kitab Idhah al-Mubham (manthiq) dan al-Bayan (ushul al-Fiqh) disamping banyak literatur lain yang menjadi naskah rujukan. Ketika ditanyakan kepada Ustadz Drs. Abizar, mengenai kesan beliau, “Saya seperti merasakan berkah ilmu Allah subhanahu wa ta’ala turunkan melalui Bapak Prof”, katanya. Hampir sama dengan itu ustadz Irwan, Lc berkomentar “Inilah sebenarnya Akhlak para ulama, selalu belajar dan selalu mengajar dengan tulus ikhlas” .

Selain Buya Taheruddin dan bapak Prof. DR. H. Amir Para Guru Sumatera Thawalib Parabek juga dikenal gemar belajar kepada Para Syaikh, sebut saja kepada Buya Deswandi. Para guru secara rutin belajar Tashawwuf dan adab dari kitab Ta’lim al-Muta’allim dan kepada Inyiak H. Masrur para guru belajar kitab yang sama dengan jelimet dari tiga pendekatan, Qawaid, Adab dan Balaghah. Pada level tertentu tidak bisa dipungkiri para guru pengampu bidang studi umum sekalipun ternyata memiliki semangat yang kuat untuk belajar Fiqh, hampir 2 kali sepekan  Ustaz. Mhd. Arif Zainahar, S.S dan ustadz Mhd. Risal, S.HI sebagai guru Bahasa Inggris dan KWN belajar Fiqh Fath al Mu’in dan Ilmu Faraidh kepada Ustadz. Zaki yang bisa disebut tutor sebaya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: