Syaikhul Madrasah: Syaikh Masrur Syahar

Syekh H. Masrur Syahar, BA lahir pada tanggal 15 Agustus 1954 di Titiakar, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau. Putra dari Bapak Syahar dan ibu Syaunah ini merupakan sosok yang qana’ah dan penyabar.

Istrinya bernama Suharti Nadi. beliau dikaruniai oleh Allah SWT dengan 3 orang anak yaitu: Muhammad Zaki Munawwar, Kuni ‘Afifah dan Muhammad Khalilurrahman.

Beliau mulai mengenyam pendidikan di Sumatera Thawalib Parabek pada tahun 1969 dan tamat pada tahun 1975. Selama di Sumatera Thawalib Parabek, beliau sempat belajar kepada guru-guru generasi pertama Syekh Ibrahim Musa. Diantaranya adalah H. Ibrahim Djalil, H. Abdurrahman, Agus salim, Syahruddin Abbas, Yasin Lutha’i, H. Muchtar said Sutan Rajo Mangkuto, H. Khatib Muzakkir, H. Khatib Djanan, Muhammad Nur, Busyar Tanjung, Amir Datuak Kuniang, Payakumbuh, Abdul Moeis, Fakhruddin, Zahar Syarbaini, Amir Bai Syam, dan Muchtar Lubis.

Pengabdian struktural beliau di Sumatera Thawalib telah dimulai semenjak tahun 1976. Ketika itu Masrur Syahar muda diangkat menjadi admin di Sumatera Thawalib Parabek. Dua tahun berselang, beliau melanjutkan pendidikan Fakultas Syari`ah Bukittinggi IAIN Imam Bonjol yang saat ini berubah menjadi IAIN Djamil Djambek Bukittinggi. Tepat pada tahun 1983, beliau menyelesaikan kuliah dan memperoleh gelar Sarjana Muda.

Selain itu, beliau juga pernah menjadi staf Tata Usaha pada tahun 1976 hingga tahun 1980. Kemudian beliau diamanahkan menjadi Kepala Tata Usaha pada tahun 1980 hingga tahun 2010. Kasubag pada tahun 2011 hingga tahun 2013.

Tentu saja pengalaman yang paling pentingnya adalah pengalaman intelektual. Di Sumatera Thawalib Parabek, ia telah puluhan tahun menjalankan pengabdian intelektual. Pada awalnya ia mengajar Bahasa Indonesia dan Tawhid selama 7 tahun (tahun 1976 hingga tahun 1983). Kemudian pada tahun 1990 beliau mengajar Fiqih dan Nahwu. Pada tahun 1991 hingga sekarang beliau mengajar Balaghah.

Spesialisasi Syekh H. Masrur Syahar adalah Ilmu Balaghah. Itulah sebabnya disiplin ilmu ini selalu merujuk kepadanya. Ia adalah pemegang tradisi balaghah di Sumatera Thawalib Parabek selepas alm. Ustaz H. Khatib Djanan.

Setelah sekian lama mengabdikan diri untuk Sumatera Thawalib Parabek baik sebagai struktural dan sebagai guru yang dituakan, Syekh H. Masrur Syahar diangkat menjadi Syaikhul Madrasah Sumatera Thawalib Parabek pada tahun 2013 hingga sekarang.

Sabar dan berani mengakui kesalahan merupakan prinsip utama Syekh H. Masrur Syahar dalam mengajarkan ilmu dan mendidik para santri. Beliau menerapkan metode ceramah dan berdiskusi dalam mengajar. Bagaimana membuat santri paham dengan Ilmu Balaghah dan Nahwu, hingga malam hari pun beliau mengadakan halaqah di surau dengan para santri.

Beliau adalah sosok guru yang kalem, suka berbagi ilmu dan mendengarkan curhat santri dan wali santri. Tidak mengherankan jika terjalin hubungan emosional yang kuat antara beliau dan santri bahkan sudah menjadi alumni sekalipun.

Selain mengajar di pondok pesantren, Syekh H. Masrur Syahar juga merupakan sosok yang gigih. Pagi-pagi sebelum mengajar, beliau menyempatkan diri untuk pergi ke ladang, bercocok tanam, menanam bawang dan cabai. Begitu pun pada sore hari setelah beliau pulang mengajar. Beliau menjalin hubungan kerja sama dengan warga pribumi Parabek dalam bercocok tanam dengan sistem bagi hasil.

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: