Teka-teki Angka 1910

Kapankah Madrasah Sumatera Thawalib Parabek didirikan? Tahun 1908 atau 1910? Angka 1908 mempunyai penjelasan. Tapi tidak dengan yang kedua!

Selasa, 16 Februari 2016, saya, Bahrul Hamdi dan senior Alex Medani berkunjung ke IAIN Bukittinggi untuk bersilaturahmi dengan Dr. Isma’il Novel, Direktur Pascasarjana IAIN Bukittinggi sekaligus alumni Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Adapun tujuan kami adalah untuk meminta wejangan dan dukungan terhadap aktifitas surauparabek.com.

Ia mengapresiasi inisiasi ini, dan ada satu artikel yang begitu menarik perhatiannya, “Parabek: Jangan Abaikan Sejarahmu!”. Kemudian ia bercerita.

Alkisah, pada tahun 2010, Ikatan Alumni Sumatera Thawalib diberi kesempatan oleh Yayasan Syaikh Ibrahim Musa untuk mengadakan Napak Tilas Peringatan Satu Abad Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Ketika itu, ia lah yang ditunjuk sebagai ketua panitia. Ketika itu, ia sempat ragu; kapan sebenarnya tepatnya perayaan ini diadakan. Ia datang ke sekolah untuk melakukan konfirmasi. Apa yang dijadikan patokan menghitung umur satu abad ini? Jawaban yang keluar ketika itu adalah dari 1910.

Waktu itu, kata Isma’il Novel, pihak dari Thawalib Padang Panjang sempat protes. “Kok dulu pulo di Parabek peringatan seabadnyo?” Jika dirujuk kepada catatan sejarah, memang Surau Jambatan Basi, di bawah komando Inyiak De Er telah terlebih dahulu bermetamorfosis dari surau menjadi Madrasah Sumatera Thawalib. Adalah pada tahun 1921 Sumatera Thawalib ini dibentuk.

Akan tetapi, masih menurut Isma’il Novel, penetapan 2010 sebagai tahun peringatan satu abad Madrasah Sumatera Thawalib tidak dihitung dari metamorfosis ke “Sumatera Thawalib” melainkan pada tahun dimulainya halaqah di Surau Parabek.

Akan tetapi, angka 1910 ini masih teka-teki. Mari kita panggil sejenak posting surauparabek.com “Parabek: Jangan Abaikan Sejarahmu!” tersebut.

Kapankah kelahiran Madrasah Sumatera Thawalib Parabek? Jawaban yang populer adalah pada tahun 1910. Karena itu, pada tahun 2010 yang lalu, diadakanlah peringatan satu abad umur Madrasah ini. Napak tilas diagendakan untuk mengenang dan meresapi perjuangan dan cita-cita sang founding father, Syaikh Ibrahim Musa Parabek. Bukan hanya itu, siswa angkatan 2010/2011 didaulat sebagai siswa angkatan keseratus atau angkatan 1 abad.

Benarkah demikian? Apa buktinya?

Cerita! Itulah buktinya. Cerita dari mulut ke mulut dari guru-guru kepada murid. Tidak begitu sering. Tapi paling tidak, setiap penerimaan murid baru atau rekrutmen guru baru, cerita itu disampaikan. Tentu saja juga pada agenda peringatan satu abad enam tahun yang lalu.

Angka ini menjadi membingungkan sebenarnya. Jika ditilik referensi-referensi sejarah tentang Sumatera Barat secara umum, terutama tentang reformasi pendidikan, dan sejarah/biografi Syaikh Ibrahim Musa secara khusus, tidak disebutkan angka itu.

Syaikh Ibrahim Musa dilahirkan pada tahun 1884 dan meninggal pada tahun 1963. Tidak ada perbedaan dalam hal ini. Mengenai keberangkatan ke Mekah, Khairul Ashdiq menulis tahun 1901, dan beberapa referensi lainnya menyebut 1902. Tidak ada hal signifikan mengenai ini. Hal menarik muncul terkait kepulangan beliau. Disebutkan bahwa Syaikh Ibrahim Musa pulang ke kampung halaman pada tahun 1908, dan ketika itu ia langsung memulai program halaqah di Surau.

Enam tahun berselang, Syaikh Ibrahim Musa berangkat ke Mekah untuk kedua kalinya. Dua tahun di tanah Hijaz, ia pulang  pada tahun 1916. Menurut Subhan Afifi, pada tahun yang sama Syaikh Ibrahim Musa mebentuk kelompok belajar Muzakaratul Ikhwan. Sementara itu, Burhanuddin Daya menyebut Muzakaratul Ikhwan baru dibentuk pada tahun 1919. Khairul Ashdiq berada di posisi yang sama dengan Burhanuddin Daya.

Kesadaran organisasi tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat. Begitu pula di Surau Parabek dan koleganya Surau Jambatan Basi. Kedekatan kedua Surau ini dengan Jong Sumatranen Bond yang dibangun oleh M. Hatta dan M. Yamin menginspirasi untuk membangun organisasi bernama Sumatera Thawalib pada tahun 1921. Secara bersamaan, Muzakaratul Ikhwan berganti nama menjadi Sumatera Thawalib diikuti oleh sejumlah sekolah lainnya. Dimanakah posisi angka 1910?

 

Itulah teka-tekinya: Darimana datangnya angka 1910?

Teka-teki ini menjadi semakin menarik ketika Isma’il Novel memberikan foto dokumentasi kelulusannya. “Dulu tradisinyo kalau tamaik tu bafoto basamo-samo di muko plang sakola.” akunya. Ia memperlihatkan foto yang diambil pada tahun 1987. Terlihat jelas di sana ditulis “Mulai didirikan 1908.”

Baca juga:  Santri sebagai Pionir dalam Mengatasi Degradasi Moral Generasi Penerus Bangsa di Abad Modern (2)

Ketika itu, Saya, Bahrul Hamdi, dan Alex Medani terkesima. Dari yang kita ketahui plang sekolah ataupun tulisan kaligrafi liyatafaqqahhu fiddin di dinding sekolah menuliskan angka yang berbeda: 1910!

DSC_0164-e1459094439870-2Di sini, satu pertanyaan terjawab; darimana datangnya angka 1910? Dari dokumen plang merk Madrasah yang sedang terpasang di depan sekolah saat ini. Namun begitu, masih tersisa sejumlah pertanyaan lainnya. Jika pada tahun 1987 kelahiran Madrasah Sumatera Thawalib Parabek yang diakui adalah 1908, mengapa berubah menjadi 1910?; siapa yang merubah?; sejak kapan?; dan mengapa?

Pertanyaan “sejak kapan” masih bisa kita telusuri. Bahwa pada tahun 2004 ketika Bahrul Hamdi masuk ke sekolah ini, ia telah melihat angka 1910. “Kalau takana tahun pendirian Semen Padang, takana pulo Sumatera Thawalib Parabek.” katanya. Begitupun dua tahun sebelumnya, 2002, saya juga menyaksikan angka yang sama. Ditarik dua tahun lagi ke belakang, ketika Alex Medani pertama kali minum aia Inyiak Parabek, angka yang ia lihat juga 1910. Jadi paling tidak, sejak tahun 2000, kelahiran Sumatera Thawalib Parabek yang diakui adalah tahun 1990. Kita masih punya rentetan waktu yang panjang dari tahun 1987 menuju 2000. Mari kita telusuri lebih lanjut.

Baca juga:  Santri sebagai Pionir dalam Mengatasi Degradasi Moral Generasi Penerus Bangsa di Abad Modern (1)

Masih teka-teki, kenapa 1910!?

Fadhli Lukman

Fadhli Lukman adalah seorang pelajar Studi Qur’an dan Tafsir dan Ilmu Sosial Keagamaan. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek angkatan 2002-2008. Ia pernah kembali ke Parabek menjadi tenaga pengajar pada tahun 2012/2013.

4 thoughts on “Teka-teki Angka 1910

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: