UN? Hadapi dengan Senyuman

UN atau Ujian Nasional emang udah jadi ritual tahunan di Indonesia. Udah kayak Idul Fitri aja yang ada tiap tahun. Entah sejak kapan, yang pasti dulu waktu SD saya dengar istilah EBTANAS. Entah itu sama atau beda sama UN sekarang.

Yaudah, lupakan sejarahnya. Yang penting, hadapi dengan senyuman. Ini serius nih, UN ntar hadapi dengan senyuman. Masalahnya UN itu udah kelewat didramatisir. Hasilnya, UN jadi momok menakutkan bagi siapa aja. Baik sekolah, orang tua, dan pastinya si siswa yang mau ikut ujian. Itulah mengapa semua sekolah benar-benar ketat mempersiapkan segala sesuatu untuk UN ini. Itu juga mengapa ada pro-kontra tentang UN ini atau selalu ada berita seram seperti “Siswi SMP Gantung Diri karena Takut tak Lulus UN.”

Supaya bisa menghadapi UN dengan senyuman, berikut ini ada beberapa tips:

Pertama, kalian harus ganti pola pikirnya, UN itu gampang, tidak sulit, lebih gampang daripada ujian semester, apalagi TO. Waktu TO, sekolah sengaja nyodorin kalian soal-soal yang susah, rumit, bingungin, dan mustahil. Jadi nilai TO kalian mesti rendah. Tapi soal UN tidak serumit itu. Tapi, dengan tingkat soal yang tinggi di TO, kalian jadi terbiasa dan ntar di UN jadi ringan. Tapi kalau kalian udah grogi duluan, yang ringan jadi terasa berat. Ini yang ngomong bukan sembarangan orang. Ini yang ngomong pemegang rekor nilai ujian nasional terbaik sedunia-akhirat. Coba aja cek di website Diknas, pasti kalian tidak akan nemuin. Atau tanya sama Buk Deswati, pasti dia bilang saya bohong.

Kedua, jangan lupa belajar malam sebelum ujian. Tapi tak usah sampai begadang. Toh sekolah udah lama mempersiapkan kalian untuk UN. Kalau begadang, yang ada besok pagi telat bangun, buru-buru mandi, ketinggalan nomor ujian, dan ini itu lainnya. Jadinya ujian tidak fokus. Terus, belajarnya udah, cukup malam aja. Kalau mau, boleh lah habis subuh diulas lagi sekedarnya. Terus tutup buku, titik!

Banyak kan kalian yang masih bawa buku catatan ke sekolah.  (Bukan, bukan nuduh kalian liat jimat, Kalau itu tak perlu dituduh lagi, toh sudah rahasia umum. Iya kan??) Terus menjelang masuk kelas kalian sibuk lagi baca-baca catatan biar dapet ujiannya.  Tak usah gitu lagi. Bukannya malah tambah mantep, yang ada kalian justru makin panik. Jadinya makin grogi masuk kelasnya. Udah PD aja sama persiapan sejauh ini. Nah, kan banyak tu kawan-kawan yang g baca tips ini, atau tak percaya sama tips ini, jadi tetap bawa buku, dan tetep baca-ngafal sebelum masuk kelas. Kalian curi denger aja sambil nyantai-nyantai. Kalau gitu, kalian bisa jadi semakin santai masuk ruang ujiannya.

Ketiga, jangan lupa mandi pagi sebelum ujian. Jangan sampai pengawas tidak mau ngasih kamu lembar soal dan jawaban. Atau teman sebelah tak fokus. Atau kamu dituduh kasih contekan ke teman gara-gara garuk kepala. Padahal gatel beneran banyak ketombe.  Masak gara-gara ketombe terus kamu ditulis ngasih contekan di berita acara ujian. Tak lucu kan???

Keempat, jangan lupa perlengkapan ujian. Gini caranya, kalian itung dan kasih angka semua perlengkapannya. Misal, 1. Kartu nomor ujian, 2. Pensil, 3. Pensil lagi, 4. Penghapus, 5. Rol kecil buat bulet-buletin ABO (apa ya itu namanya?), 6. Pulpen, 7. Peci, 8. Papan mika, 9. Kunci Inggris, 10. Obeng, 11. garpu atau apapun itu perlengkapan kamu. Jadi, kalian bisa tau, ada berapa perlengkapan ujian kalian. Nah, menjelang berangkat ujian, kalian tinggal ambil satu per satu perlengkapannya sambil berhitung. Dijamin, kalau gini kalian tak akan ketinggalan salah satu perlengkapan ujian lagi.

Kelima,  jangan lupa sarapan pagi.

Jadi itu tips-tipsnya. Kalau kalian jalanin itu, Insyaallah bisa tu ujiannya dihadapi dengan senyuman. Tapi sebenarnya ada sih satu lagi. Tapi yang satu ini antara penting dan enggak penting sih disampaiin. Apa itu? Bener mau tau?

Jangan lupa berdoa, tingkatin ibadahnya. Rutinin tahajjudnya, tambah juga sama Dhuha. Nah, iya kan. Antara penting dan enggak penting disampaiin yang satu ini. Kalian kan santri. Saya sih optimis aja yang ini udah kalian jalankan. Toh udah tradisi kalau lagi ujian Masjid Jami’ Parabek itu lebih rame daripada Idul Fitri. Iya kan?

Ohiya satu lagi. Buat yang tangannya keringatan terus, tak bisa kering, kayak saya, jangan lupa bawa sapu tangan, biar ntar ABO nya tidak basah.

Btw Good Luck ujiannya, Ma’annajah fi al-imtihan…

Fadhli Lukman

Peserta UN 2008

Fadhli Lukman

Fadhli Lukman adalah seorang pelajar Studi Qur’an dan Tafsir dan Ilmu Sosial Keagamaan. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek angkatan 2002-2008. Ia pernah kembali ke Parabek menjadi tenaga pengajar pada tahun 2012/2013.

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: