Wajib Baca: Jeritan untuk Para Pemuda

Terutama bagi mereka para pemuda yang hampir tidak mengenal siapa dia..,

Apalagi mereka yang tidak menyadari alangkah berharganya mereka

Alangkah butuh kami akan para pemuda

Berbincang tentang pemuda menurut saya adalah kegiatan yang mengasikkan; cocok untuk menghibur diri yang tengah bosan, membangkitkan semangat yang tengah kendor serta membuncahkan harapan yang hampir hilang. Karena pemuda di setiap zaman dan waktu, di setiap episode sejarah kehidupan, telah membuktikan kepada semua tentang keterlibatan mereka dalam membangun agama dan peradaban. Pemuda, adalah makhluk yang selalu mengispirasi, memiliki ide-ide segar, membakar bara optimisme, dan memadamkan nyala pesimisme. Pemuda, adalah gelombang manusia pertama yang menjawab panggilan kebenaran, merealisaikannya dalam bentuk seruan, menguatkan seruan itu dengan contoh dan perbuatan, tak peduli mata yang benci, tak terpicut oleh hati yang dengki. Tidak heran, Nabi Muhammad SAW pernah berwasiat dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:”kuwasiatkan kepada kalian agar memperhatikan para pemuda, karena hati mereka lembut, Allah SWT telah mengutusku dengan agama yang hanif lagi samhah, maka para pemuda menyambut panggilanku, dan yang tua-tua malah berpaling ”.

Tahukah Kalian, hai para pemuda?

Generasi pemuda, di setiap episode zaman adalah penyangga umat Islam . Mereka pula yang menjadi rahasia kebangkitan umat, pemicu kemajuan, pengibar bendera, serta panglima yang membimbing jalan zamannya menuju kemenangan dan kehormatan.

Tahukah Kalian, hai para pemuda?

Bahwa lantunan ayat Al-Quran di setiap rumah, kumandang azan di menara-menara masjid, hingga kejayaan Islam yang menentramkan, semua tak lepas dari generasi kalian di setiap zaman. Generasi pemuda yang telah mendahului kalian.

Tahukah Kalian, hai para pemuda?

Tidak hanya saya yang berbicara tentang kalian. Tidak hanya orang tua di rumah,tidak juga hanya guru di sekolah kalian yang memperbincangkan kalian. Bahkan sejak dahulu Al-Quran pun sudah menyinggung kalian, Hai para pemuda!

Dalam kisah Ibrahim as, Allah SWT berfirman: قالوا سمعنا فتى يذكرهم يقال به إبراهم . “Mereka berkata: ‘kami mendengar seorang Pemuda menyebut mereka, dikatakan bahwa namanya dalah Ibrahim’”.

Allah SWT juga menyebut para pemuda dalam kisah pemuda kahfi: إنهم فتية آمنوا بربهم.    “Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman dengan Tuhan mereka

Jadi, tidaklah aneh ketika Ibn Abbas ra. pernah berkata:” seorang alim tidak diberi ilmu melainkan ia dalam keadaan muda.”

Contoh lain yang diberikan oleh Al-Quran tentang pemuda, adalah Yusuf as; seorang pemuda yang diberi ilmu, hikmah dan pengetahuan. Ia menjadi pemuda yang kuat, sabar, tak goyah di depan syahwat, tak tertipu oleh pangkat, tak tergiur oleh harta, tak rapuh meski pernah tertindas. Hampir terbunuh, menikmati sengatan dinginnya air sumur sambil melihat gemintang, menjadi budak, di penjarakan, di asingkan bahkan dikhianati, hampir semua ujian pernah dilalui oleh pemuda ini.

Pernah ia hampir terpelesat dalam jurang syahwat. Di saat ia dan Zulaikha hanya berdua dalam sebuah kamar, Di saat jendela dan pintu kamar ditutup oleh Zulaikha yang mabuk cinta, di saat ia mendengar rayuan maut Zulaikha yang amat menggoda:”Hai, Yusuf, kemarilah..” Yusuf justru lari dari fitnah itu. Yusuf justru menolak kenikmatan yang ada di depan mata. Mengapa? Mengapa Yusuf tidak menyambut panggilan Zulaikha? Boleh jadi dan sangat mungkin ia menyambut rayuan perempuan secantik itu? Bukankah banyak orang yang bilang bahwa Yusuf saat itu masih muda, dan muda adalah percikan api penyakit gila? Bukankah saat ituYusuf adalah seorang budak, dan sangat mungkin seorang budak melakukan sesuatu yang dianggap tabu oleh orang merdeka? Bukankah ia masih lajang, tak ada istri yang memberi ia iffah? Bukankah ia orang asing , dan orang asing melakukan sesuatu yang mungkin tidak akan ia coba di negerinya, lantaran tak ada karib kerabat yang tahu? Bukankah.. bukankah…? Ah…, alangkah banyak alasan bagi Yusuf untuk menyambut cinta Zulaikha, akan tetapi ia enggan, ia tahan hawa nafsunya, karena ia bukanlah pemuda pengkhianat, melainkah pemuda yang amanah lagi takut kepada Allah. Yusuf, adalah contoh pemuda yang suci lagi terhormat.

Ternyata kisah Yusuf belum selesai. Masih banyak episode menarik yang ia sajikan bagi generasi pemuda berikutnya. Yusuf yang muda, ternyata bisa menjadi bendahara Negara yang jago mengelola keuangan negara dan berpikiran jauh ke depan. Bayangkan saja, negara yang saat itu diuji dengan paceklik panjang, banyak ladang dan tanaman yang layu, banyak pula ternak yang mati, Hujan enggan menumpahkan rintik hujan, sedang mentari makin ganas membakar bumi, tapi Yusuf dengan bijak mengontrol sumber makanan bagi negara dan rakyat, bahkan negara tetanggapun meminta cadangan makanan ke negaranya. Prestasi amat luar biasa, telah ditorehkan oleh pemuda bernama Yusuf. Ia tidak hanya lelaki yang kukuh menahan syahwat, melainkan juga seseorang yang visioner, sarat pengalaman, yang hikayatnya diceritakan langsung oleh sang pencipta, Allah SWT.

Hai para pemuda, para harapan kami…..

Hai para pemuda, dimanapun kalian berada

Mainkanlah peranmu sebagai pemuda tangguh. Kalian harus menjadi pemuda yang patut dicontoh. Pemuda haruslah memberi pengaruh positif terhadap keluarga, teman sebaya dan lingkungan. Kalian harus memiliki peran aktif dalam merubah realita modern yang memilukan, menjadi realita yang dicintai oleh Allah, sesuai dengan tuntunan nabi, sesuai dengan harapan kami.

Kalian, hai para pemuda…

Bertindaklah, mulai dari sekarang. Melangkahlah, mulai hari ini. Rencanakanlah impianmu dalam goresan pena. Susunlah taktik dan strategi untuk mewujudkannya. Tak perlu menunggu untuk menjadi lebih baik, bukan? Tak perlu menunggu hari esok untuk melangkah menuju puncak kejayaan,bukan?

Untuk apa lagi kalian berleha-leha, untuk apa lagi kalian berfoya-foya, sedang waktu muda meluncur bak torpedo, yang hanya menyisakan penyesalan jika tidak kalian manfaatkan dengan baik.

Jika kalian para pemuda, maka jawablah tantangn masa depan. Kami tak sabar menunggu hasilnya..[]

Baca jugaclose
%d blogger menyukai ini: